KRI IRIAN, Kapal Perang Terkuat Indonesia

KRI IrianKRI Irian Adalah kapal perang atau pejelajah terkuat yang pernah dimiliki oleh Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut ( TNI-AL). KRI Irian juga kapal pejelajah pertama yang berada di Asia Tenggara dan hanya pernah dimiliki oleh Indonesia.

KRI Irian menjadi kapal kebanggan indonesia pada saat pembebasan papua barat dari penjajahan belanda. Kapal tersebut di beli Indonesia dari Uni Soviet (Rusia) pada tahun 1962. Pada waktu itu kedatangan Kri Irian sangat ditakuti oleh pihak belanda, dan tidak berlangsung lama puncaknya pihak belanda langsung menarik kapal induknya HMS Karel Dorman dan HMS Evertsen dari perairan papua barat.

Namun kegagahan KRI Irian kini tinggal cerita saja, itupun tidak banyak orang yang mengetahuinya. Keberadaan KRI Irian tidak jelas, Kri irian sudah tidak berada di indonesia lagi, Ada berbagai versi hilangnya kapal Perang super dari indonesia

  1. Ada pihak yang menyebut Kri Irian di bawa ke Taiwan untuk di besituakan era kepimpinan TNI-AL Laksamana Soedomo  pada tahun 1970
  2. Kemudian ada juga yang menyebutkan KRi Irian di jual ke Jepang setelah semua sejata KRI Irian dilucuti
  3. Namu ada pihak juga yang menyebutkan bahwa kapal penjelajah di bawa kembali ke Uni Soviet (Rusia) untuk di lucuti senjatanya dan di besituakan pada era Presiden Suharto

Profile KRI Irian

Sebelum dibeli Indonesia nama kapal ini Ordzhonikidze. Kapal tersebut dibangun pada tahun 1949 di galangan kapal Admiralty, Leningrad. Kemudian kapal tersebut diluncurkan tanggal 17 September 1950, dan pertama kali dioperasikan tanggal 30 Juni 1952.
Kapal ini merupakan kapal kelas Sverdlov yang merupakan versi dari kapal penjelajah kelas Chapayev yang sedikit diperbesar ukuranya dan ditingkatkan kualitasnya.
Kapal ini memiliki memeiliki bobot 13.600 ton standar, 16.640 ton beban penuh dan sudah diperlengkapi persenjataan yang lengkap, permesinan, proteksi lambung, proteksi bawah air, serta penambahan perlindungan anti pesawat tempur dan radar.

Persenjataan KRI Irian
Tidak heran jika pihak belanda memilih menarik seluruh armada angkan lautnya dari perairan Papua Barat karena kehadiran KRI Irian. KRI Irian memiliki senjata utama 4 buah turret/kubah, dimana setiap kubah berisi 3 meriam kaliber 6 inci/152 mm. Sehingga total ada 12 meriam kaliber 6 inci di geladaknya.

Sementara persenjataan lain sebagai berikut.

  • 10 tabung torpedo antikapal selam kaliber 533 mm
  • 12 buah meriam kapal B-38/L57 kaliber 152 mm (6 di depan, 6 di belakang)
  • 12 buah meriam Model 1934/L56 kaliber 100 mm, ditempatkan dalam 6 kubah SM-5-1 (2 meriam per 1 kubah)
  • 32 buah meriam multifungsi kaliber 37 mm
  • 4 buah triple gun Mk5-bis kaliber 20 mm (untuk keperluan antiserangan udara)
Perlengkapan Radar Yang Dimiliki KRI Irian
  • 1x radar penjejak udara Big Net atau Top Trough
  • 1x radar penjejak udara High Sieve atau Low Sieve
  • 1x radar penjejak udara Knife Rest
  • 1x radar penjejak udara Slim Net
  • 1x radar navigasi Don-2 atau Neptune
  • 2x radar pengatur penembakan senjata Sun Visor
  • 2x radar pengatur penembakan meriam kapal B-38, Top Bow
  • 8x radar pengatur penembakan senjata Egg Cup
  • 2x sistem jamming elektronik Watch Dog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s